Pages

Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2015

SLOGAN DAN POSTER

PENGERTIAN SLOGAN

Slogan adalah:
  • Perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu.
  • Perkataan atau kalimat pendek yg menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dsb.
  •  Motto atau frasa yang dipakai pada konteks politik, komersial, agama dan lainnya, sebagai ekspresi sebuah ide tau tujuan.
PENGERTIAN POSTER

Poster adalah:
  • Plakat yang biasa dipasang ditempat umum, biasanya berupa ajakan, pengumuman, atau iklan.
  • Gambar-gambar yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian, sedikit menggunakan kata-kata, dicetak pada sehelai kertas / bahan lain yang ditempelkan pada tempat tertentu.
  •  Plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan).
  •  Plakat, tempelan, atau pengumuman tertulis yang disampaikan kepada masyarakat dengan cara di tempelkan di tempat – tempat umum.   
  • Lembaran pengumuman atau iklan yang dipasang di tempat yang biasanya disertai gambar
  • Menurut KBBI : Poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman) dengan dan tulisan gambar yang mencolok.
  • Gambar pada selembar kertas berukuran besar yang digantung atau ditempel di dinding atau permukaan lain.
  • Karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar.
  • Poster adalah salah satu contoh dari prosuk desain komunikasi visual yang sering kita temui baik itu di jalanan, di dalam mall, di sekolah, atau dimana saja pada umumnya kita akan menemui macam-macam poster dengan berbagai macam isi dan warna.
Ciri-ciri slogan
1.      Kata-katanya singkat, menarik, dan mudah diingat
2.      Disajikan dalam bentuk frasa, klausa, atau kalimat
3.      Merupakan semboyan suatu organisasi atau masyarakat
Ciri-Ciri Poster
1.      Bahasa poster singkat, padat, dan komunikatif                              
2.      Bahasa poster bersifat persuasif
3.      Biasanya poster dilengkapi gambar, warna, foto, atau ilustrasi

Kamis, 08 Mei 2014

1. Pengertian Buku Harian dan Teknik Penulisannya




       Pernahkah kamu menulis buku harian? Jika pernah, bagaimana model penulisannya? Untuk itu, kamu diajak mempelajari seluk beluk penulisan buku harian dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Sebelumnya, tahukah kamu pengertian buku harian? Buku harian
adalah buku yang digunakan untuk mencatat berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari. Dengan buku harian, kamu dapat menulis tentang apa pun, baik tentang pengalaman, pemikiran, kejadian, dan sebagainya.
           Menuangkan pengalaman, kejadian, atau pemikiran dalam buku harian tidaklah sulit. Hal yang terpenting kamu berminat, tidak malas, dan mau terus berlatih menulis setiap hari. Mulai dari sekarang, janganlah kamu buang sia-sia pengalaman, kejadian, pemikiran, atau perasaan yang kamu miliki. Tulislah semua itu dalam buku harian karena suatu saat dapat menjadi sumber inspirasimu.
Pada saat menulis buku harian, hendaknya menggunakan kalimat yang ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang menyatakan perasaan secara mendalam, biasanya digunakan idiom atau ungkapan tertentu yang menunjukkan sesuatu yang lebih. Bukankah kamu telah mempelajari tentang ungkapan atau idiom? Jika menulis buku harian dalam bentuk puisi, kamu dapat menuliskannya dalam bentuk kata kiasan. Catatan dalam buku harian bersifat sangat pribadi. Oleh karena itu, bentuk dan cara penulisannya pun hendaknya dalam bentuk bebas tanpa meninggalkan unsur-unsurnya, yaitu tempat dan waktu kejadian serta kejadian yang berlangsung. Unsur-unsur tersebut bersifat subjektif dan objektif.
Contoh
Model 1
Sabtu, 28 Juli 2007, pukul 14.00
             Hari ini aku sedih. Mama dan kakakku kecelakaan saat akan menjemputku di sekolah. Aku merasa bersalah kepada mereka. Untuk itu, aku berniat menebus kesalahanku dengan menggantikan Mama dan kakak mengerjakan tugas-tugas rumah. Semoga cepat sembuh ya, Ma.
Minggu, 29 Juli 2007, pukul 09.30
              Meski hari libur, aku telah berjanji pada diriku untuk mengerjakan tugas-tugas rumah menggantikan Mama dan kakakku. Pagi ini aku paling awal bangunnya dari seisi rumah. Aku pun langsung asyik di dapur memasak untuk sarapan pagi, meski hanya memasak nasi goreng dan telur mata sapi. Waktu sarapan bersama keluarga, Mama memuji masakanku enak. Wah, ternyata aku pintar masak juga, ya! Pokoknya tidak kalah dengan Ibu Siska Suwitomo yang ahli masak dan sering tampil di televisi itu! Percaya, deh!
Senin, 30 Juli 2007, pukul 17.15
              Hari ini hari paling sial bagiku. Betapa tidak! Karena di rumah waktu hari Minggu kemarin seharian menggantikan Mama mengerjakan tugas-tugas di rumah, aku kecapekan. Akhirnya, tadi pagi aku bangun agak kesiangan. Berangkat ke sekolah pun terburu-buru. Apa yang terjadi? Aku lupa bawa topi dan dasi untuk upacara hari Senin!


Model 2
Mama
Kaulah yang pertama kali mendekapku
Mendekapku di tengah dingin malam
Kau sosok tak tergantikan
Walau tak selamanya ragamu ada
Tiada kata yang pantas kuucapkan
Kecuali terima kasih yang dalam
Atas jasa-jasamu, Mama
Kau akan kuingat di hati sanubariku

Kamis, 01 Mei 2014

Membaca Indah Puisi



Membaca indah puisi ada dua jenis, yaitu deklamasi dan poetry reading.
1. Deklamasi
Membaca puisi dengan cara deklamasi dilakukan dengan gaya dan pembaca tidak membawa teks. Gaya atau ekspresi berdeklamasi lebih bebas dibandingkan poetry reading. Gaya difokuskan pada eksplorasi gerak kepala, tangan, tubuh, dan kaki yang selaras dengan isi puisi.
2. Poetry reading
Membaca puisi dengan gaya ini dilakukan dengan irama atau ritme, mimic, kinesik, dan volume suara. Dalam jenis ini membaca puisi tetap membawa atau membaca teks puisi.

Membaca indah puisi harus memperhatikan irama, ritme, mimic, kinesik dan volume suara yang sesuai dengan isi puisi.
1. Irama merupakan gelombang naik turun, keras lembut, dan panjang pendek suara, atau bunyi bahasa.
2. mimic merupakan perubahan atau ekspresi raut muka seseorang.
3. kinesik merupakan gerak tangan dan tubuh untuk berkomunikasi atau mendukung ekspresi.
4. Volume suara merupakan keras lemahnya suara yang disesuaikan dengan isi puisi.

Selain itu, pelafalan kata-kata diucapkan dengan artikulasi yang tepat dan jelas.
Cara membaca indah puisi dilakukan agar orang lain memahami makna puisi. Cara yang dilakukan dalam membacakan puisi sebagai berikut.
1. Mulailah berlatih dengan membaca dalam hati!
2. Berilah tanda-tanda pembacaan puisi seperti di bawah ini!
a. tanda untuk nada datar
b. tanda untuk nada naik
c. tanda untuk nada turun
d. Tanda = = = untuk kata-kata penting
e. tanda ==== untuk kata-kata sangat penting
3. Berilah tanda jeda pembacaan seperti berikut.
a. Tanda / untuk berhenti sebentar
b. Tanda untuk berhenti agak lama
c. Tanda // untuk berhenti lama
4. Berilah tanda bagian yang harus dibaca lembut dan bagian yang harus dibaca keras.
5. Baca dan ekspresikan puisi sesuai dengan tanda-tanda yang sudah dibuat. Ingatlah, kamu harus mengucapkan setiap kata dan kalimat dengan ucapan yang jelas.

MEMBACA BUKU CERITA ANAK TERJEMAHAN



                  Cerita anak terjemahan adalah carita anak yang aslinya berasal dari negara lain dan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Sedangkan buku cerita anak adalah buku yang ditulis dengan tema, tokoh, dan alur yang diangkat dari kehidupan anak. Misalnya kisah dengan jalinan persahabatan yang tulus, bermain dengan jujur, menaati nasihat orang tua dan lain-lain.
Membaca cerita terjemahan dari negara lain sangat penting utuk mengenal budaya setempat. Kita dapat mengenal watak, orang-orangnya, kebiasaan hidupnya perilaku masyarakatnya, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang terjadi.
Dengan membaca cerita terjemahan kita dapat membandingkan nilai, tradisi, dan budaya asing dengan nilai, tradisi, dan budaya negeri kita. Setelah membaca cerita terjemahan kita juga dapat menganalisis unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Unsur – unsur tersebut antara lain.
1.  Tema, yaitu gagasan utama dalam sebuah cerita.
2. Pelaku, yaitu tokoh yang ada dalam cerita yang disebut protagonis dan tokoh penentang yang disebut antagonis.
3. Latar, yaitu tempat dan waktu terjadinya peristiwa.
4. Nilai-nilai norma, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Penulis tidak hanya tidak sekedar cerita, tetapi penulis juga berusaha menyampaikan pesan kepada pembaca melalui cerita karangannya. Nilai-nilai norma dapat dijadikan sebagai teladan bagi pembaca. Dengan demikian, kita bisa mempelajari banyak hal serta memetik manfaat dan pesan yang ada dalam cerita anak terjemahan.

Menanggapi cara pembacaan cerpen



Anda tentu sudah pernah membaca cerpen atau cerita pendek. Pernahkan anda  menonton acara pembacaan cerpen? Bagaimanakah cara pembacaannya? Apakah lafal dan intonasi yang dibaca sudah tepat? Dapatkah kamu memahami isi cerpen tersebut?
Cerpen merupakan ragam cerita rekaan yang terdiri atas kurang lebih 10.000 kata, habis dibaca dengan sekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Cerita terpusat pada satu tokoh dalam satu situasi tertentu serta tidak ada perubahan nasib pada pelaku.

Ciri-ciri cerpen antara lain:
1. panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
2. mengandung satu gagasan utama,
3. menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
4. berakhir dengan penyelesaian.

Untuk memahami isi cerpen dengan tepat, cerpen harus dibaca dengan interpretasi yang tepat. Selain itu, intonasi, artikulasi, dan pelafalan berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.
Cara membaca cerpen yang baik
1.        Mengerti isi cerita sebelum menceritakan sebuah cerita
2.        Menentukan pokok-pokok isi cerita agar dapat ingat pokoknya lalu yang lain akan              teringat pula
3.        Melatih intonasi


Hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca cerpen yaitu:

1.        Tema à untuk dapat mengetahui apa isi cerita tersebut
2.        Tokoh dan watak à agar dapat mengetahui seperti apa wataknya dan ketika membaca tidak semuanya datar, ada yang baik di baca dengan lembut dan yang jahat di baca sedikit keras.
3.        Latar  à agar mengetahui situasi dan keadaan dalam cerita
 4. Alur à agar tidak terlalu bingung dengan membacanya

Agar tidak terlalu malu mungkin kita dapat mencoba untuk berlatih dengan menggunakan kaca agar pada saat membacakan sudah membayang kan situasi pada saat membaca dan tidak terlalu kaget dalam membaca.

4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menanggapi cara pembacaan cerpen:
1.        Intonasi,
2.        Artikulasi
3.        Pelafalan, berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
4.        Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.

2.  Menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial

2.1  Latar Cerita
Latar/setting ialah tempat di mana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita.
Latar dibagi menjadi 3 yaitu:
1.         Latar tempat
Latar tempat yang terdapat dalam cerita misalnya di Istana, di medan perang, di kerajaan majapahit, di kampung paman, di gunung, di hutan, di sungai, atau di jalan.
2.         Latar waktu
Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam cerita atau dongeng. Latar waktu dalam cerita misalnya pagi hari, siang hari, malam hari, sore hari, pukul 20.00, saat matahari muncul atau tengah malam
3.         Latar suasana/sosial
Latar Suasana merupakan penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi. Suasana dalam cerita atau dongeng misalnya suasana menyedihkan, suasana menggembirakan, suasana mengharukan. 
2.2  Realitas Sosial

Adapun pengertian dari realitas ialah kenyataan yang terjadi di dalam kehidupan.
Realitas sosial adalah kenyataan yang berhubungan dan terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Contoh: Cerpen “Aku Seorang Pengecut”

Aku terus mengengkol sepedaku dengan kencang. 10 menit lagi pukul 7. Jika aku tak mengengkol sepedaku dengan laju, maka aku akan terlambat. Waktu yang ditempuh dari tempatku saat ke sekolah memakan waktu 15 menit. 10 menit lagi bel masuk berbunyi.

Keadaan di jalan raya sangat padat. Lalu lalang kendaraan tak henti-hentinya. Beragam macam karakter orang yang berlalu lalang. Akhirnya, aku tiba di perempatan jalan.

“Mampus aku. Lampu merah pula. Gawat waktuku terbuang.” Aku semakin kesal.

Di pinggir jalan kulihat seorang kakek tua ditodong oleh 2 orang perampok. Mereka yang berlalu lalang di sekitar kejadian pura-pura tak melihat. Aku ingin menolong kakek itu, tetapi…… lampu hijau tiba-tiba menyala.

Aku segera memacu sepedaku lebih laju lagi. Kuurungkan niatku menolong. Aku takut dihukum guru karena terlambat. Entah bagaimana nasib si kakek. Aku mencoba melupakannya. Anggap saja aku tak melihat kejadian itu.

Aku tiba di sekolah tepat pukul 7. Untunglah tak terlambat. Luar biasa….aku mampu memacu sepedaku dengan kencang.

“Robert, cepat berlari! Gerbang akan segera ditutup. “Teriak satpam.

Aku berlari ngos-ngosan. Setiba di kelas, aku bernapas lega karean guru jam pertama belum masuk ke kelas.

Teng…teng…teng…
Bel istirahat berbunyi. Kulihat Mona menenteng tasnya sambil menangis. Aku menghampirinya.

“Mau kemana, Mon?” tanyaku penasaran. Mona ini sahabat karibku sejak TK. Kami berteman sangat akrab.

“Aku dijemput papaku, Bert. Kata papa kakekku masuk RS Antonius karena kepalanya terbentur di aspal. Pagi tadi kakek diserang 2 orang perampok. Kakek memberontak, sehingga terjadi tarik menarik. Kakek akhirnya terjatuh dan terhempas di aspal.
Sejenak aku terdiam. Apa mungkin kakek tadi adalah kakek Mona?

“Di mana kejadiannya?” tanyaku untuk memastikan.
“Di perempatan jalan sekitar jam 7 kurang.”

Aku tertunduk lesu. Ternyata, aku seorang pengecut.

“Kakek itu, kakek sahabatku Mona. Maafkan aku Mona.”
Pembahasan:

Latar/setting yang ada dalam cerita “Aku Seorang Pengecut” dikaitkan dengan keadaan sosial pada saat itu bahwa hubungan kekerabatan masyarakat perkotaan tidak kuat sehingga membuat orang-orang tidak saling peduli. Mereka hanya peduli dengan orang-orang terdekat seperti hubungan keluarga, teman, rekan sekerja saja, dan orang lain yang dikenal. Berbeda dengan di desa, hubungan kekerabatan antar anggota masyarakat sangat kuat. Hidup saling tolong, bergotong royong, dan saling peduli dengan keadaan yang lain. Dalam cerita dijelaskan keadaan jalan raya sangat ramai, kemudian ada orang yang berlalu lalang melihat si kakek yang dihadang oleh komplotan perampok, tetapi mereka pura-pura tidak melihat. Hai itu merupakan gambaran keadaan sosial masyarakat di perkotaan.
4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial
1.    Bacalah dengan baik isi cerpen
2.    Pahami semua unsur intrinsik cerpen (tema, amanat, tokoh dan penolohan, alur, dan latar/setting.
3.    Pahami dengan baik keadaan sosial yang terdapat dalam cerita
4.    Hubungkan dengan realitas sosial yang ada dalam cerita dengan keadaan sekarang.
 
 
3. Menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca
 
3 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menulis kembali cerpen yang telah dibaca dengan kalimat sendiri:
1.    Bacalah cerpen dengan baik
2.    Pahami unsur intrinsik cerita dengan baik
3.    Setelah memahami isi dan unsure intrinsik, tulis kembali cerpen yang sudah dibaca dengan bahasa dan penafsiran Anda sendiri sesuai dengan teks aslinya.

Welcome

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2015

SLOGAN DAN POSTER

Diposting oleh Unknown di 00.24 0 komentar
PENGERTIAN SLOGAN

Slogan adalah:
  • Perkataan atau kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan atau menyampaikan sesuatu.
  • Perkataan atau kalimat pendek yg menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dsb.
  •  Motto atau frasa yang dipakai pada konteks politik, komersial, agama dan lainnya, sebagai ekspresi sebuah ide tau tujuan.
PENGERTIAN POSTER

Poster adalah:
  • Plakat yang biasa dipasang ditempat umum, biasanya berupa ajakan, pengumuman, atau iklan.
  • Gambar-gambar yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian, sedikit menggunakan kata-kata, dicetak pada sehelai kertas / bahan lain yang ditempelkan pada tempat tertentu.
  •  Plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan).
  •  Plakat, tempelan, atau pengumuman tertulis yang disampaikan kepada masyarakat dengan cara di tempelkan di tempat – tempat umum.   
  • Lembaran pengumuman atau iklan yang dipasang di tempat yang biasanya disertai gambar
  • Menurut KBBI : Poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman) dengan dan tulisan gambar yang mencolok.
  • Gambar pada selembar kertas berukuran besar yang digantung atau ditempel di dinding atau permukaan lain.
  • Karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar.
  • Poster adalah salah satu contoh dari prosuk desain komunikasi visual yang sering kita temui baik itu di jalanan, di dalam mall, di sekolah, atau dimana saja pada umumnya kita akan menemui macam-macam poster dengan berbagai macam isi dan warna.
Ciri-ciri slogan
1.      Kata-katanya singkat, menarik, dan mudah diingat
2.      Disajikan dalam bentuk frasa, klausa, atau kalimat
3.      Merupakan semboyan suatu organisasi atau masyarakat
Ciri-Ciri Poster
1.      Bahasa poster singkat, padat, dan komunikatif                              
2.      Bahasa poster bersifat persuasif
3.      Biasanya poster dilengkapi gambar, warna, foto, atau ilustrasi

Kamis, 08 Mei 2014

1. Pengertian Buku Harian dan Teknik Penulisannya

Diposting oleh Unknown di 18.29 0 komentar



       Pernahkah kamu menulis buku harian? Jika pernah, bagaimana model penulisannya? Untuk itu, kamu diajak mempelajari seluk beluk penulisan buku harian dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Sebelumnya, tahukah kamu pengertian buku harian? Buku harian
adalah buku yang digunakan untuk mencatat berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari. Dengan buku harian, kamu dapat menulis tentang apa pun, baik tentang pengalaman, pemikiran, kejadian, dan sebagainya.
           Menuangkan pengalaman, kejadian, atau pemikiran dalam buku harian tidaklah sulit. Hal yang terpenting kamu berminat, tidak malas, dan mau terus berlatih menulis setiap hari. Mulai dari sekarang, janganlah kamu buang sia-sia pengalaman, kejadian, pemikiran, atau perasaan yang kamu miliki. Tulislah semua itu dalam buku harian karena suatu saat dapat menjadi sumber inspirasimu.
Pada saat menulis buku harian, hendaknya menggunakan kalimat yang ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang menyatakan perasaan secara mendalam, biasanya digunakan idiom atau ungkapan tertentu yang menunjukkan sesuatu yang lebih. Bukankah kamu telah mempelajari tentang ungkapan atau idiom? Jika menulis buku harian dalam bentuk puisi, kamu dapat menuliskannya dalam bentuk kata kiasan. Catatan dalam buku harian bersifat sangat pribadi. Oleh karena itu, bentuk dan cara penulisannya pun hendaknya dalam bentuk bebas tanpa meninggalkan unsur-unsurnya, yaitu tempat dan waktu kejadian serta kejadian yang berlangsung. Unsur-unsur tersebut bersifat subjektif dan objektif.
Contoh
Model 1
Sabtu, 28 Juli 2007, pukul 14.00
             Hari ini aku sedih. Mama dan kakakku kecelakaan saat akan menjemputku di sekolah. Aku merasa bersalah kepada mereka. Untuk itu, aku berniat menebus kesalahanku dengan menggantikan Mama dan kakak mengerjakan tugas-tugas rumah. Semoga cepat sembuh ya, Ma.
Minggu, 29 Juli 2007, pukul 09.30
              Meski hari libur, aku telah berjanji pada diriku untuk mengerjakan tugas-tugas rumah menggantikan Mama dan kakakku. Pagi ini aku paling awal bangunnya dari seisi rumah. Aku pun langsung asyik di dapur memasak untuk sarapan pagi, meski hanya memasak nasi goreng dan telur mata sapi. Waktu sarapan bersama keluarga, Mama memuji masakanku enak. Wah, ternyata aku pintar masak juga, ya! Pokoknya tidak kalah dengan Ibu Siska Suwitomo yang ahli masak dan sering tampil di televisi itu! Percaya, deh!
Senin, 30 Juli 2007, pukul 17.15
              Hari ini hari paling sial bagiku. Betapa tidak! Karena di rumah waktu hari Minggu kemarin seharian menggantikan Mama mengerjakan tugas-tugas di rumah, aku kecapekan. Akhirnya, tadi pagi aku bangun agak kesiangan. Berangkat ke sekolah pun terburu-buru. Apa yang terjadi? Aku lupa bawa topi dan dasi untuk upacara hari Senin!


Model 2
Mama
Kaulah yang pertama kali mendekapku
Mendekapku di tengah dingin malam
Kau sosok tak tergantikan
Walau tak selamanya ragamu ada
Tiada kata yang pantas kuucapkan
Kecuali terima kasih yang dalam
Atas jasa-jasamu, Mama
Kau akan kuingat di hati sanubariku

Kamis, 01 Mei 2014

Membaca Indah Puisi

Diposting oleh Unknown di 18.41 0 komentar


Membaca indah puisi ada dua jenis, yaitu deklamasi dan poetry reading.
1. Deklamasi
Membaca puisi dengan cara deklamasi dilakukan dengan gaya dan pembaca tidak membawa teks. Gaya atau ekspresi berdeklamasi lebih bebas dibandingkan poetry reading. Gaya difokuskan pada eksplorasi gerak kepala, tangan, tubuh, dan kaki yang selaras dengan isi puisi.
2. Poetry reading
Membaca puisi dengan gaya ini dilakukan dengan irama atau ritme, mimic, kinesik, dan volume suara. Dalam jenis ini membaca puisi tetap membawa atau membaca teks puisi.

Membaca indah puisi harus memperhatikan irama, ritme, mimic, kinesik dan volume suara yang sesuai dengan isi puisi.
1. Irama merupakan gelombang naik turun, keras lembut, dan panjang pendek suara, atau bunyi bahasa.
2. mimic merupakan perubahan atau ekspresi raut muka seseorang.
3. kinesik merupakan gerak tangan dan tubuh untuk berkomunikasi atau mendukung ekspresi.
4. Volume suara merupakan keras lemahnya suara yang disesuaikan dengan isi puisi.

Selain itu, pelafalan kata-kata diucapkan dengan artikulasi yang tepat dan jelas.
Cara membaca indah puisi dilakukan agar orang lain memahami makna puisi. Cara yang dilakukan dalam membacakan puisi sebagai berikut.
1. Mulailah berlatih dengan membaca dalam hati!
2. Berilah tanda-tanda pembacaan puisi seperti di bawah ini!
a. tanda untuk nada datar
b. tanda untuk nada naik
c. tanda untuk nada turun
d. Tanda = = = untuk kata-kata penting
e. tanda ==== untuk kata-kata sangat penting
3. Berilah tanda jeda pembacaan seperti berikut.
a. Tanda / untuk berhenti sebentar
b. Tanda untuk berhenti agak lama
c. Tanda // untuk berhenti lama
4. Berilah tanda bagian yang harus dibaca lembut dan bagian yang harus dibaca keras.
5. Baca dan ekspresikan puisi sesuai dengan tanda-tanda yang sudah dibuat. Ingatlah, kamu harus mengucapkan setiap kata dan kalimat dengan ucapan yang jelas.

MEMBACA BUKU CERITA ANAK TERJEMAHAN

Diposting oleh Unknown di 18.31 0 komentar


                  Cerita anak terjemahan adalah carita anak yang aslinya berasal dari negara lain dan diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Sedangkan buku cerita anak adalah buku yang ditulis dengan tema, tokoh, dan alur yang diangkat dari kehidupan anak. Misalnya kisah dengan jalinan persahabatan yang tulus, bermain dengan jujur, menaati nasihat orang tua dan lain-lain.
Membaca cerita terjemahan dari negara lain sangat penting utuk mengenal budaya setempat. Kita dapat mengenal watak, orang-orangnya, kebiasaan hidupnya perilaku masyarakatnya, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang terjadi.
Dengan membaca cerita terjemahan kita dapat membandingkan nilai, tradisi, dan budaya asing dengan nilai, tradisi, dan budaya negeri kita. Setelah membaca cerita terjemahan kita juga dapat menganalisis unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Unsur – unsur tersebut antara lain.
1.  Tema, yaitu gagasan utama dalam sebuah cerita.
2. Pelaku, yaitu tokoh yang ada dalam cerita yang disebut protagonis dan tokoh penentang yang disebut antagonis.
3. Latar, yaitu tempat dan waktu terjadinya peristiwa.
4. Nilai-nilai norma, yaitu pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Penulis tidak hanya tidak sekedar cerita, tetapi penulis juga berusaha menyampaikan pesan kepada pembaca melalui cerita karangannya. Nilai-nilai norma dapat dijadikan sebagai teladan bagi pembaca. Dengan demikian, kita bisa mempelajari banyak hal serta memetik manfaat dan pesan yang ada dalam cerita anak terjemahan.

Menanggapi cara pembacaan cerpen

Diposting oleh Unknown di 18.17 0 komentar


Anda tentu sudah pernah membaca cerpen atau cerita pendek. Pernahkan anda  menonton acara pembacaan cerpen? Bagaimanakah cara pembacaannya? Apakah lafal dan intonasi yang dibaca sudah tepat? Dapatkah kamu memahami isi cerpen tersebut?
Cerpen merupakan ragam cerita rekaan yang terdiri atas kurang lebih 10.000 kata, habis dibaca dengan sekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Cerita terpusat pada satu tokoh dalam satu situasi tertentu serta tidak ada perubahan nasib pada pelaku.

Ciri-ciri cerpen antara lain:
1. panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
2. mengandung satu gagasan utama,
3. menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
4. berakhir dengan penyelesaian.

Untuk memahami isi cerpen dengan tepat, cerpen harus dibaca dengan interpretasi yang tepat. Selain itu, intonasi, artikulasi, dan pelafalan berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.
Cara membaca cerpen yang baik
1.        Mengerti isi cerita sebelum menceritakan sebuah cerita
2.        Menentukan pokok-pokok isi cerita agar dapat ingat pokoknya lalu yang lain akan              teringat pula
3.        Melatih intonasi


Hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca cerpen yaitu:

1.        Tema à untuk dapat mengetahui apa isi cerita tersebut
2.        Tokoh dan watak à agar dapat mengetahui seperti apa wataknya dan ketika membaca tidak semuanya datar, ada yang baik di baca dengan lembut dan yang jahat di baca sedikit keras.
3.        Latar  à agar mengetahui situasi dan keadaan dalam cerita
 4. Alur à agar tidak terlalu bingung dengan membacanya

Agar tidak terlalu malu mungkin kita dapat mencoba untuk berlatih dengan menggunakan kaca agar pada saat membacakan sudah membayang kan situasi pada saat membaca dan tidak terlalu kaget dalam membaca.

4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menanggapi cara pembacaan cerpen:
1.        Intonasi,
2.        Artikulasi
3.        Pelafalan, berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
4.        Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.

2.  Menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial

2.1  Latar Cerita
Latar/setting ialah tempat di mana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita.
Latar dibagi menjadi 3 yaitu:
1.         Latar tempat
Latar tempat yang terdapat dalam cerita misalnya di Istana, di medan perang, di kerajaan majapahit, di kampung paman, di gunung, di hutan, di sungai, atau di jalan.
2.         Latar waktu
Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam cerita atau dongeng. Latar waktu dalam cerita misalnya pagi hari, siang hari, malam hari, sore hari, pukul 20.00, saat matahari muncul atau tengah malam
3.         Latar suasana/sosial
Latar Suasana merupakan penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi. Suasana dalam cerita atau dongeng misalnya suasana menyedihkan, suasana menggembirakan, suasana mengharukan. 
2.2  Realitas Sosial

Adapun pengertian dari realitas ialah kenyataan yang terjadi di dalam kehidupan.
Realitas sosial adalah kenyataan yang berhubungan dan terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Contoh: Cerpen “Aku Seorang Pengecut”

Aku terus mengengkol sepedaku dengan kencang. 10 menit lagi pukul 7. Jika aku tak mengengkol sepedaku dengan laju, maka aku akan terlambat. Waktu yang ditempuh dari tempatku saat ke sekolah memakan waktu 15 menit. 10 menit lagi bel masuk berbunyi.

Keadaan di jalan raya sangat padat. Lalu lalang kendaraan tak henti-hentinya. Beragam macam karakter orang yang berlalu lalang. Akhirnya, aku tiba di perempatan jalan.

“Mampus aku. Lampu merah pula. Gawat waktuku terbuang.” Aku semakin kesal.

Di pinggir jalan kulihat seorang kakek tua ditodong oleh 2 orang perampok. Mereka yang berlalu lalang di sekitar kejadian pura-pura tak melihat. Aku ingin menolong kakek itu, tetapi…… lampu hijau tiba-tiba menyala.

Aku segera memacu sepedaku lebih laju lagi. Kuurungkan niatku menolong. Aku takut dihukum guru karena terlambat. Entah bagaimana nasib si kakek. Aku mencoba melupakannya. Anggap saja aku tak melihat kejadian itu.

Aku tiba di sekolah tepat pukul 7. Untunglah tak terlambat. Luar biasa….aku mampu memacu sepedaku dengan kencang.

“Robert, cepat berlari! Gerbang akan segera ditutup. “Teriak satpam.

Aku berlari ngos-ngosan. Setiba di kelas, aku bernapas lega karean guru jam pertama belum masuk ke kelas.

Teng…teng…teng…
Bel istirahat berbunyi. Kulihat Mona menenteng tasnya sambil menangis. Aku menghampirinya.

“Mau kemana, Mon?” tanyaku penasaran. Mona ini sahabat karibku sejak TK. Kami berteman sangat akrab.

“Aku dijemput papaku, Bert. Kata papa kakekku masuk RS Antonius karena kepalanya terbentur di aspal. Pagi tadi kakek diserang 2 orang perampok. Kakek memberontak, sehingga terjadi tarik menarik. Kakek akhirnya terjatuh dan terhempas di aspal.
Sejenak aku terdiam. Apa mungkin kakek tadi adalah kakek Mona?

“Di mana kejadiannya?” tanyaku untuk memastikan.
“Di perempatan jalan sekitar jam 7 kurang.”

Aku tertunduk lesu. Ternyata, aku seorang pengecut.

“Kakek itu, kakek sahabatku Mona. Maafkan aku Mona.”
Pembahasan:

Latar/setting yang ada dalam cerita “Aku Seorang Pengecut” dikaitkan dengan keadaan sosial pada saat itu bahwa hubungan kekerabatan masyarakat perkotaan tidak kuat sehingga membuat orang-orang tidak saling peduli. Mereka hanya peduli dengan orang-orang terdekat seperti hubungan keluarga, teman, rekan sekerja saja, dan orang lain yang dikenal. Berbeda dengan di desa, hubungan kekerabatan antar anggota masyarakat sangat kuat. Hidup saling tolong, bergotong royong, dan saling peduli dengan keadaan yang lain. Dalam cerita dijelaskan keadaan jalan raya sangat ramai, kemudian ada orang yang berlalu lalang melihat si kakek yang dihadang oleh komplotan perampok, tetapi mereka pura-pura tidak melihat. Hai itu merupakan gambaran keadaan sosial masyarakat di perkotaan.
4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial
1.    Bacalah dengan baik isi cerpen
2.    Pahami semua unsur intrinsik cerpen (tema, amanat, tokoh dan penolohan, alur, dan latar/setting.
3.    Pahami dengan baik keadaan sosial yang terdapat dalam cerita
4.    Hubungkan dengan realitas sosial yang ada dalam cerita dengan keadaan sekarang.
 
 
3. Menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca
 
3 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menulis kembali cerpen yang telah dibaca dengan kalimat sendiri:
1.    Bacalah cerpen dengan baik
2.    Pahami unsur intrinsik cerita dengan baik
3.    Setelah memahami isi dan unsure intrinsik, tulis kembali cerpen yang sudah dibaca dengan bahasa dan penafsiran Anda sendiri sesuai dengan teks aslinya.

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

MY GREETING

Followers

Popular Posts

 

Blogger news


Blogroll


About