Pages

Rabu, 01 Oktober 2014



Pesawat Sederhana (tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos)

Pengertian Pesawat Sederhana
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture21.jpg?w=143&h=126http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture4.jpg?w=570http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture3.jpg?w=570
Menaikkan beras pada bak truk, membuka tutup botol dengan  tangan, dan mencabut paku dengan tangan.

http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture6.jpg?w=135&h=121http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture7.jpg?w=161&h=122http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture5.jpg?w=145&h=122
 Menaikkan beras dengan papan, membuka botol dengan pembuka tutup botol, dan mencabut paku dengan catut.
Dari gambar-gambar di atas, dapat dicermati pekerjaan mana yang lebih mudah dilakukan.
Semua jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat sederhana. Gabungan beberapa pesawat sederhana dapat membentuk pesawat rumit, contohnya mesin cuci, sepeda, mesin, mobil, dan lain-lain.
Dari gambar 2, dapat kita ketahui alat apa saja yang termasuk ke dalam pesawat sederhana. Selain bertujuan untuk memudahkan pekerjaan, pesawat sederhana juga dapat membuat pekerjaan menjadi lebih cepat diselesaikan.
B. Jenis-Jenis Pesawat Sederhana
Pesawat sederhana dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos. Agar lebih memahami keempat jenis pesawat sederhana tersebut, berikut akan dijelaskan satu persatu.
1. Tuas
Jika suatu saat kamu kesulitan menggeser bongkahan batu yang besar, maka kamu dapat menggunakan suatu alat bantu. Alat yang dapat membantu untuk menggeser batu yang besar adalah linggis. Linggis merupakan salah satu jenis tuas. Tuas lebih dikenal dengan nama pengungkit. Pada umumnya, tuas atau pengungkit menggunakan batang besi atau kayu yang digunakan untuk mengungkit suatu benda.
Terdapat tiga titik yang menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa. Tuas/linggis dapat digambarkan secara sederhana.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture8.jpg?w=456&h=122
(a) Linggis memudahkan kita memindahkan batu besar, dan (b) tuas/linggis digambarkan secara sederhana
Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan tuas golongan ketiga.
a. Tuas Golongan Pertama
Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa.
Contoh tuas golongan pertama ini di antaranya adalah gunting, linggis, jungkat-jungkit, dan alat pencabut paku.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture9.jpg?w=342&h=162
 Jungkat-jungkit merupakan pengungkit golongan pertama

b. Tuas Golongan Kedua
Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titik tumpu dan kuasa.
Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture10.jpg?w=317&h=209(a)
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture11.jpg?w=219&h=171http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture12.jpg?w=213&h=120
(b)                                                                                                     (c)
 Tuas golongan kedua, misalnya (a) gerobak roda satu, (b) alat pemotong kertas, (c) alat pemecah kemiri

Perhatikan letak titik tumpu (TT), beban (B), dan kuasa (K) pada gambar gerobak roda satu berikut!
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture13.jpg?w=300&h=220
Letak titik tumpu, beban, dan kuasa pada gerobak roda satu
c. Tuas golongan ketiga
Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu dan beban.
Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.
Coba perhatikan letak titik tumpu, beban, dan kuasa pada gambar berikut!
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture14.jpg?w=300&h=212
Sekop adalah contoh tuas golongan ketiga
2. Bidang Miring
Ketika liburan sekolah kamu mungkin pernah mengunjungi daerah pegunungan untuk mencari udara segar. Jalan-jalan di sana ternyata dibuat berkelok-kelok. Perhatikan gambar di bawah in!
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture15.jpg?w=377&h=206
                                         Jalan menuju pegunungan dibuat berkelok-kelok
Jalan yang berkelok-kelok menuju pegunungan memanfaatkan cara kerja bidang miring. Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya.  Dengan dibuat berkelok-kelok pengendara kendaraan bermotor lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Orang yang memindahkan drum ke dalam bak truk dengan menggunakan papan sebagai bidang miringnya. Dengan demikian, drum berat yang besar ukurannya lebih mudah dipindahkan ke atas truk.
Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miringjuga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindahkan benda menjadi lebih jauh.
Prinsip kerja bidang miring juga dapat kamu temukan pada beberapa perkakas, contohnya kampak, pisau, pahat, obeng, dan sekrup. Berbeda dengan bidang miring lainnya, pada perkakas yang bergerak adalah alatnya.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture16.jpg?w=539&h=116
                             (a)                             (b)                              (c)                              (d)
 Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring, antara lain, (a) kapak, (b) pisau, (c) obeng, dan (d) sekrup.

3. Katrol
Di awal pembahasan, kamu telah mengenal salah satu jenis pesawat sederhana yang ada di sekolahmu, yaitu katrol. Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.
a. Katrol Tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu. Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah contoh katrol tetap.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture17.jpg?w=517&h=173
(a) katrol pada tiang bendera (b) katrol pada sumur timba
Contoh penggunaan katrol tetap
b. Katrol Bebas
Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah, seperti tampak pada gambar di bawah.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture18.jpg?w=570
 Katrol bebas
Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture19.jpg?w=300&h=207
 Alat pengangkat peti kemas di pelabuhan menggunakan prinsip katrol bebas
c. Katrol Majemuk
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture20.jpg?w=255&h=212
  Katrol majemuk
4. Roda Berporos
Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture211.jpg?w=300&h=257

Soal UJI KOMPETENSI



Uji Kompetensi 1.1
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.     Apakah yang dimaksud dengan dasar negara?
2.    Apakah yang dimaksud dengan pandangan hidup?
3.    Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara!
4.    Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa!
5.    Jelaskan arti penting pandangan hidup bagi bangsa Indonesia!

Jawaban

1.     Dasar Negara adalah sumber bagi pembentukan konstitusi dalam negara. Atau dapat diartikan Fundamen yang kokoh dan kuat serta bersumber dari pandangan hidup atau falsafah (cerminan dari peradaban, kebudayaan, keluhuran budi dan kepribadian yang tumbuh dalam sejarah perkembangan indonesia) yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
2.    Pandangan hidup adalah suatu prinsip atau asas yang mendasari segala jawaban terhadap pertanyaan dasar, untuk apa seseorang hidup.
3.    Pancasila sebagai dasar negara mendasari pasal – pasal dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjadi cita – cita hukum yang dituangkan dalam peraturan perundang – undangan.Berfungsi sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari – hari,tanpa petunjuk negara kita akan hancur begitu saja.
4.    Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari – hari masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun perilaku masyarakat Indonesia haruslah selalu dijiwai oleh nilai – nilai luhur pancasila.
5.    Pandangan hidup bagi suatu bangsa merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan dan kelestarian bangsa supaya bangsa kita tidak terpecah belah atau hancur.






Uji Kompetensi 1.2
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.     Jelaskan makna sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan!
2.    Jelaskan hubungan antar sila dalam Pancasila!
3.    Jalaskan 5 (lima) nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa!
4.    Jelaskan 4 (empat) perwujudan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab di lingkungan masyarakat!
5.    Jelaskan 4 (empat) perwujudan sila Persatuan Indonesia di lingkungan sekolah!
Jawaban
1.     Tidak terpisahkan karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. Sila – sila dalam pancasila merupakan rangkaian kesatuan yang bulat sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain atau tidak dapat dibagi – bagi.
2.    Seluruh sila dari Pancasila tersebut tidak dapat dilaksanakan secara terpisah – pisah. Karena Pancasila merupakan satu – kesatuan yang utuh yang saling berkaitan. Sila – sila dalam Pancasila yang merupakan rangkaian kesatuan yang bulat sehingga tidak dapat dipisah – pisahkan satu sama lain atau tidak dapat dibagi – bagi.
3.    Nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa :
·         Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
·         Hormat dan menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
·         Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
·         Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
·         Mempercayai adanya keberadaaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya

4.    Perwujudan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab di lingkungan masyarakat :
1. Saling menghargai antar sesama masyarakat
2. Tidak mencari perkara yang merugikan bagi masyarakat
3. Menunjukkan perilaku yang baik, sopan, santun di masyarakat
4. Menunjukkan sikap adil dalam suatu forum dalam masyarakat

5.    Perwujudan sila Persatuan Indonesia di lingkungan sekolah :
a. Saling menghargai antar teman
b. Tidak mengejek antar teman
c. Tidak memilih – milih teman
d. Tidak mengadu domba teman
e. Bergaul dengan semua kalangan
f.  Saling tolong menolong atau membantu satu sama lain

Senin, 18 Agustus 2014

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MASYARAKAT YANG TINGGAL DIDAERAH BERIKLIM TROPIS


kelebihan/keunggulan masyarakat yang tinggal didaerah beriklim muson tropis

1.  Mudah mengelola peternakan,perkebunan,dan pertanian
2.  Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun
3.  Memiliki tanah yang subur
4.  Curah hujan yang cukup relatif tinggi
5.  Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil
6.  Suhu rata - rata 27 derajat celcius
7.  Udara tidak terlalu tinggi
8.  Flora dan Fauna yang berkembang dengan baik dan lebih beranekaragam
9.  Temperatur yang tidak terlalu ekstrim
10.  Memiliki 2 musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau


kekurangan/kerugian masyarakat yang tinggal didaerah beriklim muson tropis

1.  Banyak bencana ringan seperti gempa, tsunami, angin topan, dll.
2.  Sering terjadi kebakaran akibat musim kemarau yang berkepanjangan
3.  Masyarakat dapat terserang penyakit
4.  Perubahan iklim ekstrim akibat pemanasan global
5.  Terjadinya banjir karena debit air yang meningkat saat musim hujan
6.  Mengakibatkan terjadinya kekeringan
7.  Tidak dapat menanam berbagai tumbuhan

Rabu, 06 Agustus 2014

Nyemak Pemacane Tembang



A.     
                Tembang macapat kalebu tembang geguritan tradisional,mula isih kaiket ing wewaton.Wewaton tembang macapat iku kaya mangkene :
·         Guru gatra yaiku cacahe gatra ing saben pada (Ind = paragraf)
·         Guru wilangan yaiku cacahe wanda (Ind = suku kata) ing saben gatra (Ind = baris)
·         Guru lagu yaiku dhong – dhinge swara ing pungkasane gatra
Tembang macapat cacahe ana 11,dene paugerane kaya ing ngisor iki :

1)      Mijil
Guru gatra : 6
Guru wilangan : 10,6,10,10,6,6
Guru lagu : i,o,e,i,i,u
2)      Maskumambang
Guru gatra : 4
Guru wilangan : 12,6,8,8
Guru lagu : i,a,i,a
3)      Gambuh
Guru gatra : 5
Guru wilangan : 7,10,12,8,8
Guru lagu : u,u,i,u,o
4)      Sinom
Guru gatra : 9
Guru wilangan : 8,8,8,8,7,8,7,8,12
Guru lagu : a,i,a,i,a,u,a,i,a
5)      Asmarandana
Guru gatra : 7
Guru wilangan : 8,8,8,8,7,8,8
Guru lagu : i,a,e,a,a,u,a
6)      Dhandanggula
Guru gatra : 10
Guru wilangan : 10,10,8,7,9,7,6,8,12,7
Guru lagu : i,a,e,u,i,a,u,a,i,a
7)      Kinanthi
Guru gatra : 6
Guru wilangan : 8,8,8,8,8,8
Guru lagu : u,i,a,i,a,i
8)      Pangkur
Guru gatra : 7
Guru wilangan : 8,11,,8,7,12,8,8
Guru lagu : a,i,u,a,u,a,i
9)      Durna
Guru gatra : 7
Guru wilangan : 12,7,6,7,8,5,7
Guru lagu : a,i,a,a,i,a,i
10)   Megatruh
Guru gatra : 5
Guru wilangan : 12,8,8,8,8
Guru lagu : u,i,u,i,o
11)   Pucung
Guru gatra : 4
Guru wilangan : 12,6,8,12
Guru lagu : u,a,i,a

Welcome

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Rabu, 01 Oktober 2014

Diposting oleh Unknown di 01.01 0 komentar


Pesawat Sederhana (tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos)

Pengertian Pesawat Sederhana
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture21.jpg?w=143&h=126http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture4.jpg?w=570http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture3.jpg?w=570
Menaikkan beras pada bak truk, membuka tutup botol dengan  tangan, dan mencabut paku dengan tangan.

http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture6.jpg?w=135&h=121http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture7.jpg?w=161&h=122http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture5.jpg?w=145&h=122
 Menaikkan beras dengan papan, membuka botol dengan pembuka tutup botol, dan mencabut paku dengan catut.
Dari gambar-gambar di atas, dapat dicermati pekerjaan mana yang lebih mudah dilakukan.
Semua jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat sederhana. Gabungan beberapa pesawat sederhana dapat membentuk pesawat rumit, contohnya mesin cuci, sepeda, mesin, mobil, dan lain-lain.
Dari gambar 2, dapat kita ketahui alat apa saja yang termasuk ke dalam pesawat sederhana. Selain bertujuan untuk memudahkan pekerjaan, pesawat sederhana juga dapat membuat pekerjaan menjadi lebih cepat diselesaikan.
B. Jenis-Jenis Pesawat Sederhana
Pesawat sederhana dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tuas, bidang miring, katrol, dan roda berporos. Agar lebih memahami keempat jenis pesawat sederhana tersebut, berikut akan dijelaskan satu persatu.
1. Tuas
Jika suatu saat kamu kesulitan menggeser bongkahan batu yang besar, maka kamu dapat menggunakan suatu alat bantu. Alat yang dapat membantu untuk menggeser batu yang besar adalah linggis. Linggis merupakan salah satu jenis tuas. Tuas lebih dikenal dengan nama pengungkit. Pada umumnya, tuas atau pengungkit menggunakan batang besi atau kayu yang digunakan untuk mengungkit suatu benda.
Terdapat tiga titik yang menggunakan gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa. Tuas/linggis dapat digambarkan secara sederhana.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture8.jpg?w=456&h=122
(a) Linggis memudahkan kita memindahkan batu besar, dan (b) tuas/linggis digambarkan secara sederhana
Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuas digolongkan menjadi tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan tuas golongan ketiga.
a. Tuas Golongan Pertama
Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa.
Contoh tuas golongan pertama ini di antaranya adalah gunting, linggis, jungkat-jungkit, dan alat pencabut paku.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture9.jpg?w=342&h=162
 Jungkat-jungkit merupakan pengungkit golongan pertama

b. Tuas Golongan Kedua
Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titik tumpu dan kuasa.
Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture10.jpg?w=317&h=209(a)
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture11.jpg?w=219&h=171http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture12.jpg?w=213&h=120
(b)                                                                                                     (c)
 Tuas golongan kedua, misalnya (a) gerobak roda satu, (b) alat pemotong kertas, (c) alat pemecah kemiri

Perhatikan letak titik tumpu (TT), beban (B), dan kuasa (K) pada gambar gerobak roda satu berikut!
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture13.jpg?w=300&h=220
Letak titik tumpu, beban, dan kuasa pada gerobak roda satu
c. Tuas golongan ketiga
Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu dan beban.
Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.
Coba perhatikan letak titik tumpu, beban, dan kuasa pada gambar berikut!
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture14.jpg?w=300&h=212
Sekop adalah contoh tuas golongan ketiga
2. Bidang Miring
Ketika liburan sekolah kamu mungkin pernah mengunjungi daerah pegunungan untuk mencari udara segar. Jalan-jalan di sana ternyata dibuat berkelok-kelok. Perhatikan gambar di bawah in!
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture15.jpg?w=377&h=206
                                         Jalan menuju pegunungan dibuat berkelok-kelok
Jalan yang berkelok-kelok menuju pegunungan memanfaatkan cara kerja bidang miring. Bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya.  Dengan dibuat berkelok-kelok pengendara kendaraan bermotor lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Orang yang memindahkan drum ke dalam bak truk dengan menggunakan papan sebagai bidang miringnya. Dengan demikian, drum berat yang besar ukurannya lebih mudah dipindahkan ke atas truk.
Bidang miring memiliki keuntungan, yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miringjuga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindahkan benda menjadi lebih jauh.
Prinsip kerja bidang miring juga dapat kamu temukan pada beberapa perkakas, contohnya kampak, pisau, pahat, obeng, dan sekrup. Berbeda dengan bidang miring lainnya, pada perkakas yang bergerak adalah alatnya.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture16.jpg?w=539&h=116
                             (a)                             (b)                              (c)                              (d)
 Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring, antara lain, (a) kapak, (b) pisau, (c) obeng, dan (d) sekrup.

3. Katrol
Di awal pembahasan, kamu telah mengenal salah satu jenis pesawat sederhana yang ada di sekolahmu, yaitu katrol. Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.
a. Katrol Tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu. Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah contoh katrol tetap.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture17.jpg?w=517&h=173
(a) katrol pada tiang bendera (b) katrol pada sumur timba
Contoh penggunaan katrol tetap
b. Katrol Bebas
Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah, seperti tampak pada gambar di bawah.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture18.jpg?w=570
 Katrol bebas
Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture19.jpg?w=300&h=207
 Alat pengangkat peti kemas di pelabuhan menggunakan prinsip katrol bebas
c. Katrol Majemuk
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture20.jpg?w=255&h=212
  Katrol majemuk
4. Roda Berporos
Roda berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.
http://evawen.files.wordpress.com/2010/12/picture211.jpg?w=300&h=257

Soal UJI KOMPETENSI

Diposting oleh Unknown di 00.30 2 komentar


Uji Kompetensi 1.1
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.     Apakah yang dimaksud dengan dasar negara?
2.    Apakah yang dimaksud dengan pandangan hidup?
3.    Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara!
4.    Jelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa!
5.    Jelaskan arti penting pandangan hidup bagi bangsa Indonesia!

Jawaban

1.     Dasar Negara adalah sumber bagi pembentukan konstitusi dalam negara. Atau dapat diartikan Fundamen yang kokoh dan kuat serta bersumber dari pandangan hidup atau falsafah (cerminan dari peradaban, kebudayaan, keluhuran budi dan kepribadian yang tumbuh dalam sejarah perkembangan indonesia) yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
2.    Pandangan hidup adalah suatu prinsip atau asas yang mendasari segala jawaban terhadap pertanyaan dasar, untuk apa seseorang hidup.
3.    Pancasila sebagai dasar negara mendasari pasal – pasal dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjadi cita – cita hukum yang dituangkan dalam peraturan perundang – undangan.Berfungsi sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari – hari,tanpa petunjuk negara kita akan hancur begitu saja.
4.    Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari – hari masyarakat Indonesia baik dari segi sikap maupun perilaku masyarakat Indonesia haruslah selalu dijiwai oleh nilai – nilai luhur pancasila.
5.    Pandangan hidup bagi suatu bangsa merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan dan kelestarian bangsa supaya bangsa kita tidak terpecah belah atau hancur.






Uji Kompetensi 1.2
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1.     Jelaskan makna sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan!
2.    Jelaskan hubungan antar sila dalam Pancasila!
3.    Jalaskan 5 (lima) nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa!
4.    Jelaskan 4 (empat) perwujudan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab di lingkungan masyarakat!
5.    Jelaskan 4 (empat) perwujudan sila Persatuan Indonesia di lingkungan sekolah!
Jawaban
1.     Tidak terpisahkan karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. Sila – sila dalam pancasila merupakan rangkaian kesatuan yang bulat sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain atau tidak dapat dibagi – bagi.
2.    Seluruh sila dari Pancasila tersebut tidak dapat dilaksanakan secara terpisah – pisah. Karena Pancasila merupakan satu – kesatuan yang utuh yang saling berkaitan. Sila – sila dalam Pancasila yang merupakan rangkaian kesatuan yang bulat sehingga tidak dapat dipisah – pisahkan satu sama lain atau tidak dapat dibagi – bagi.
3.    Nilai yang terkandung dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa :
·         Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
·         Hormat dan menghormati serta bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
·         Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
·         Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
·         Mempercayai adanya keberadaaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya

4.    Perwujudan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab di lingkungan masyarakat :
1. Saling menghargai antar sesama masyarakat
2. Tidak mencari perkara yang merugikan bagi masyarakat
3. Menunjukkan perilaku yang baik, sopan, santun di masyarakat
4. Menunjukkan sikap adil dalam suatu forum dalam masyarakat

5.    Perwujudan sila Persatuan Indonesia di lingkungan sekolah :
a. Saling menghargai antar teman
b. Tidak mengejek antar teman
c. Tidak memilih – milih teman
d. Tidak mengadu domba teman
e. Bergaul dengan semua kalangan
f.  Saling tolong menolong atau membantu satu sama lain

Senin, 18 Agustus 2014

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MASYARAKAT YANG TINGGAL DIDAERAH BERIKLIM TROPIS

Diposting oleh Unknown di 21.05 0 komentar

kelebihan/keunggulan masyarakat yang tinggal didaerah beriklim muson tropis

1.  Mudah mengelola peternakan,perkebunan,dan pertanian
2.  Mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun
3.  Memiliki tanah yang subur
4.  Curah hujan yang cukup relatif tinggi
5.  Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil
6.  Suhu rata - rata 27 derajat celcius
7.  Udara tidak terlalu tinggi
8.  Flora dan Fauna yang berkembang dengan baik dan lebih beranekaragam
9.  Temperatur yang tidak terlalu ekstrim
10.  Memiliki 2 musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau


kekurangan/kerugian masyarakat yang tinggal didaerah beriklim muson tropis

1.  Banyak bencana ringan seperti gempa, tsunami, angin topan, dll.
2.  Sering terjadi kebakaran akibat musim kemarau yang berkepanjangan
3.  Masyarakat dapat terserang penyakit
4.  Perubahan iklim ekstrim akibat pemanasan global
5.  Terjadinya banjir karena debit air yang meningkat saat musim hujan
6.  Mengakibatkan terjadinya kekeringan
7.  Tidak dapat menanam berbagai tumbuhan

Rabu, 06 Agustus 2014

Nyemak Pemacane Tembang

Diposting oleh Unknown di 20.51 0 komentar


A.     
                Tembang macapat kalebu tembang geguritan tradisional,mula isih kaiket ing wewaton.Wewaton tembang macapat iku kaya mangkene :
·         Guru gatra yaiku cacahe gatra ing saben pada (Ind = paragraf)
·         Guru wilangan yaiku cacahe wanda (Ind = suku kata) ing saben gatra (Ind = baris)
·         Guru lagu yaiku dhong – dhinge swara ing pungkasane gatra
Tembang macapat cacahe ana 11,dene paugerane kaya ing ngisor iki :

1)      Mijil
Guru gatra : 6
Guru wilangan : 10,6,10,10,6,6
Guru lagu : i,o,e,i,i,u
2)      Maskumambang
Guru gatra : 4
Guru wilangan : 12,6,8,8
Guru lagu : i,a,i,a
3)      Gambuh
Guru gatra : 5
Guru wilangan : 7,10,12,8,8
Guru lagu : u,u,i,u,o
4)      Sinom
Guru gatra : 9
Guru wilangan : 8,8,8,8,7,8,7,8,12
Guru lagu : a,i,a,i,a,u,a,i,a
5)      Asmarandana
Guru gatra : 7
Guru wilangan : 8,8,8,8,7,8,8
Guru lagu : i,a,e,a,a,u,a
6)      Dhandanggula
Guru gatra : 10
Guru wilangan : 10,10,8,7,9,7,6,8,12,7
Guru lagu : i,a,e,u,i,a,u,a,i,a
7)      Kinanthi
Guru gatra : 6
Guru wilangan : 8,8,8,8,8,8
Guru lagu : u,i,a,i,a,i
8)      Pangkur
Guru gatra : 7
Guru wilangan : 8,11,,8,7,12,8,8
Guru lagu : a,i,u,a,u,a,i
9)      Durna
Guru gatra : 7
Guru wilangan : 12,7,6,7,8,5,7
Guru lagu : a,i,a,a,i,a,i
10)   Megatruh
Guru gatra : 5
Guru wilangan : 12,8,8,8,8
Guru lagu : u,i,u,i,o
11)   Pucung
Guru gatra : 4
Guru wilangan : 12,6,8,12
Guru lagu : u,a,i,a
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

MY GREETING

Followers

Popular Posts

 

Blogger news


Blogroll


About