Pages

Kamis, 01 Mei 2014

Menanggapi cara pembacaan cerpen



Anda tentu sudah pernah membaca cerpen atau cerita pendek. Pernahkan anda  menonton acara pembacaan cerpen? Bagaimanakah cara pembacaannya? Apakah lafal dan intonasi yang dibaca sudah tepat? Dapatkah kamu memahami isi cerpen tersebut?
Cerpen merupakan ragam cerita rekaan yang terdiri atas kurang lebih 10.000 kata, habis dibaca dengan sekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Cerita terpusat pada satu tokoh dalam satu situasi tertentu serta tidak ada perubahan nasib pada pelaku.

Ciri-ciri cerpen antara lain:
1. panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
2. mengandung satu gagasan utama,
3. menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
4. berakhir dengan penyelesaian.

Untuk memahami isi cerpen dengan tepat, cerpen harus dibaca dengan interpretasi yang tepat. Selain itu, intonasi, artikulasi, dan pelafalan berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.
Cara membaca cerpen yang baik
1.        Mengerti isi cerita sebelum menceritakan sebuah cerita
2.        Menentukan pokok-pokok isi cerita agar dapat ingat pokoknya lalu yang lain akan              teringat pula
3.        Melatih intonasi


Hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca cerpen yaitu:

1.        Tema à untuk dapat mengetahui apa isi cerita tersebut
2.        Tokoh dan watak à agar dapat mengetahui seperti apa wataknya dan ketika membaca tidak semuanya datar, ada yang baik di baca dengan lembut dan yang jahat di baca sedikit keras.
3.        Latar  à agar mengetahui situasi dan keadaan dalam cerita
 4. Alur à agar tidak terlalu bingung dengan membacanya

Agar tidak terlalu malu mungkin kita dapat mencoba untuk berlatih dengan menggunakan kaca agar pada saat membacakan sudah membayang kan situasi pada saat membaca dan tidak terlalu kaget dalam membaca.

4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menanggapi cara pembacaan cerpen:
1.        Intonasi,
2.        Artikulasi
3.        Pelafalan, berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
4.        Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.

2.  Menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial

2.1  Latar Cerita
Latar/setting ialah tempat di mana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita.
Latar dibagi menjadi 3 yaitu:
1.         Latar tempat
Latar tempat yang terdapat dalam cerita misalnya di Istana, di medan perang, di kerajaan majapahit, di kampung paman, di gunung, di hutan, di sungai, atau di jalan.
2.         Latar waktu
Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam cerita atau dongeng. Latar waktu dalam cerita misalnya pagi hari, siang hari, malam hari, sore hari, pukul 20.00, saat matahari muncul atau tengah malam
3.         Latar suasana/sosial
Latar Suasana merupakan penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi. Suasana dalam cerita atau dongeng misalnya suasana menyedihkan, suasana menggembirakan, suasana mengharukan. 
2.2  Realitas Sosial

Adapun pengertian dari realitas ialah kenyataan yang terjadi di dalam kehidupan.
Realitas sosial adalah kenyataan yang berhubungan dan terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Contoh: Cerpen “Aku Seorang Pengecut”

Aku terus mengengkol sepedaku dengan kencang. 10 menit lagi pukul 7. Jika aku tak mengengkol sepedaku dengan laju, maka aku akan terlambat. Waktu yang ditempuh dari tempatku saat ke sekolah memakan waktu 15 menit. 10 menit lagi bel masuk berbunyi.

Keadaan di jalan raya sangat padat. Lalu lalang kendaraan tak henti-hentinya. Beragam macam karakter orang yang berlalu lalang. Akhirnya, aku tiba di perempatan jalan.

“Mampus aku. Lampu merah pula. Gawat waktuku terbuang.” Aku semakin kesal.

Di pinggir jalan kulihat seorang kakek tua ditodong oleh 2 orang perampok. Mereka yang berlalu lalang di sekitar kejadian pura-pura tak melihat. Aku ingin menolong kakek itu, tetapi…… lampu hijau tiba-tiba menyala.

Aku segera memacu sepedaku lebih laju lagi. Kuurungkan niatku menolong. Aku takut dihukum guru karena terlambat. Entah bagaimana nasib si kakek. Aku mencoba melupakannya. Anggap saja aku tak melihat kejadian itu.

Aku tiba di sekolah tepat pukul 7. Untunglah tak terlambat. Luar biasa….aku mampu memacu sepedaku dengan kencang.

“Robert, cepat berlari! Gerbang akan segera ditutup. “Teriak satpam.

Aku berlari ngos-ngosan. Setiba di kelas, aku bernapas lega karean guru jam pertama belum masuk ke kelas.

Teng…teng…teng…
Bel istirahat berbunyi. Kulihat Mona menenteng tasnya sambil menangis. Aku menghampirinya.

“Mau kemana, Mon?” tanyaku penasaran. Mona ini sahabat karibku sejak TK. Kami berteman sangat akrab.

“Aku dijemput papaku, Bert. Kata papa kakekku masuk RS Antonius karena kepalanya terbentur di aspal. Pagi tadi kakek diserang 2 orang perampok. Kakek memberontak, sehingga terjadi tarik menarik. Kakek akhirnya terjatuh dan terhempas di aspal.
Sejenak aku terdiam. Apa mungkin kakek tadi adalah kakek Mona?

“Di mana kejadiannya?” tanyaku untuk memastikan.
“Di perempatan jalan sekitar jam 7 kurang.”

Aku tertunduk lesu. Ternyata, aku seorang pengecut.

“Kakek itu, kakek sahabatku Mona. Maafkan aku Mona.”
Pembahasan:

Latar/setting yang ada dalam cerita “Aku Seorang Pengecut” dikaitkan dengan keadaan sosial pada saat itu bahwa hubungan kekerabatan masyarakat perkotaan tidak kuat sehingga membuat orang-orang tidak saling peduli. Mereka hanya peduli dengan orang-orang terdekat seperti hubungan keluarga, teman, rekan sekerja saja, dan orang lain yang dikenal. Berbeda dengan di desa, hubungan kekerabatan antar anggota masyarakat sangat kuat. Hidup saling tolong, bergotong royong, dan saling peduli dengan keadaan yang lain. Dalam cerita dijelaskan keadaan jalan raya sangat ramai, kemudian ada orang yang berlalu lalang melihat si kakek yang dihadang oleh komplotan perampok, tetapi mereka pura-pura tidak melihat. Hai itu merupakan gambaran keadaan sosial masyarakat di perkotaan.
4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial
1.    Bacalah dengan baik isi cerpen
2.    Pahami semua unsur intrinsik cerpen (tema, amanat, tokoh dan penolohan, alur, dan latar/setting.
3.    Pahami dengan baik keadaan sosial yang terdapat dalam cerita
4.    Hubungkan dengan realitas sosial yang ada dalam cerita dengan keadaan sekarang.
 
 
3. Menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca
 
3 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menulis kembali cerpen yang telah dibaca dengan kalimat sendiri:
1.    Bacalah cerpen dengan baik
2.    Pahami unsur intrinsik cerita dengan baik
3.    Setelah memahami isi dan unsure intrinsik, tulis kembali cerpen yang sudah dibaca dengan bahasa dan penafsiran Anda sendiri sesuai dengan teks aslinya.

MENARASIKAN TEKS WAWANCARA



Setelah menyalin hasil wawancara, kamu harus mengubah teks wawancara itu menjadi sebuah narasi atau tulisan yang baik. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat mengubah salinan hasil wawancara.
1)Ubahlah gaya dan ungkapan-ungkapan khas lisan menjadi gaya dan ungkapan khas tulisan.
2)Ubahlah pola kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
Pak Jakob : Wartawan itu selain mempunyai otak yang cerdas, juga mempunyai hati
yang peduli sama orang, cenderung membela orang yang susah dan
telantar, tidak enak dengan kekuasaan. Itu ciri khas wartawan.
Kalimat itu diubah menjadi Pak Jakob mengatakan bahwa ciri khas wartawan itu adalah mempunyai hati yang peduli pada orang lain, mempunyai otak yang cerdas, cenderung membela orang yang susah dan telantar, dan tidak enak dengan kekuasaan.
3)Ubahlah kata penunjuk waktu.
Contoh: Hari ini koran Kompas terbit secara khusus diubah menjadi Pak Jakob, kemarin siang mengatakan bahwa Koran Kompas terbit secara khusus.

Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini!
Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Matematika.”
Pelajar : “Terima kasih.”
Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya?
Pelajar : “Yah, kira-kira 1 tahun.”

Senin, 28 April 2014

MENYIMPULKAN ISI BERITA



            Berita ada 2 macam yaitu berita secara lisan dan tulisan.
1.      Mendefinisikan Berita
-          Berita disusun dengan menggunakan teknik piramida terbalik.
-          Secara piramida terbalik itu maksudnya adalah informasi berita disajikan pada paragraf pertama berita tersebut (kepala berita), sedangkan paragraf selanjutnya berisi penjelasan (ada dalam badan dan ekor berita).
-          Biasanya pertanyaan mengenai 5W dalam suatu berita dapat ditemukan jawabannya di paragraf pertama.
2.          Menyimpulkan Isi Berita yang Didengar dalam Beberapa Kalimat
-          Unsur-unsur dalam berita, yaitu:
1.      Apa (what) : apa yang di beritakan.
2.      Siapa (who) : siapa yang terlibat dalam berita tersebut.
3.      Di mana (where) : di mana berita tersebut terjadi.
4.      Kapan (when) : kapan peristiwa dalam berita tersebut terjadi.
5.      Mengapa (why) : mengapa peristiwa dalam berita tersebut bisa terjadi.
6.      Bagaimana (how) : bagaimana dampak dari peristiwa dalam berita tersebut.
-          Rumus dari unsur penyusunan sebuah berita adalah 5W+1H.
-          Berita yang sifatnya ringan hanya mengandung unsur apa, dimana, kapan, dan siapa.
-          Berita yang sifatnya investigasi, akan mengandung keenam unsur dari berita.
-         
                                                                           Pengertian dari unsur-unsur:
a.         Unsur apa (what), biasanya menunjukkan inti dari berita. Ciri kalimatnya kalimat berita.
b.        Unsur siapa (who), biasanya ditandai dengan kalimat yang menunjukkan objek seseorang.
c.         Unsur dimana (where), biasanya ditandai dengan kalimat yang menunjukkan tempat kejadian atau peristiwa tersebut terjadi.
d.        Unsur kapan (when), biasanya ditandai dengan kalimat yang menujukkan  waktu terjadinya suatu peristiwa.
e.         Unsur mengapa (why), biasanya ditandai dengan kalimat yang menyatakan alasan atau sebab dari suatu peristiwa.

MEMO

Memo atau pesan singkat adalah bentuk komunikasi berupa surat yang berisi pesan, saran, petunjuk, perintah, informasi, laporan, atau penerangan dari seseorang atasan kepada bawahan dalam sebuah imstansi atau organisasi.
Ada dua jenis memo, yaitu : 
1.       Memo Resmi
Memo resmi biasanya dibuat oleh instansi pemerintah atau organisasi.

2.       Memo tidak Resmi
Memo tidak resmi biasanya dibuat oleh siapa saja.
Penulisan pesan singkat harus memperhatikan keefektifan kalimat serta santun berbahasa. Dalam hal ini kita perlu memperhatikan bahwa penggunaan kalimat efektif, komunikatif, serta kesantunan berbahasa dalam sebuah pesan singkat bertujuan agar inti pesan dapat dipahami penerima tanpa menimbulkan pertanyaan atau kesalahpahaman.
Penulisan pesan singkat juga harus memperhatikan ejaan yang benar dengan tujuan penerima pesan atau orang yang dituju dapat memahami pesan dengan baik. Beberapa hal yang sering diabaikan dalam penulisan psan singkat yaitu adanya penggunaan singkatan kata-kata yang tidak lazim serta penggunaan tanda baca.
Pesan dapat disampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk pesan yang tidak langsung, berarti pesan tersebut disampaikan secara tertulis. Dalam menulis pesan secara tertulis, perhatikanlah hal-hal berikut :
1.       Tulislah dengan jelas kepada siapa pesan ditujukan
2.       Tulislah siapa yang membuat pesan
3.      Tulislah pesan dengan bahasa yang sopan
4.      Tulislah pesan dengan kalimat yang efektif /singkat dan mudah dipahami
Contoh :
A. Memo tidak Resmi
Dari : Ibu
Untuk : Andi
Ibu pergi ke rumah nenek, tolong jaga rumah sampai ibu pulang.
                                                                Ibu


 







B. Memo Resmi

                                DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                                                SMP NEGERI 1 YOSOWILANGUN
                                                Jalan Raya Gang Masjid No. 4
                                                                MEMO
                Kepada    :           Pembina OSIS
                Dari           :            Kepala Sekolah
                Hari           :            Upacara Hari Pahlawan
Sepulang sekolah nanti, tolong Saudara melatih siswa yang akan bertugas pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2011. Terima kasih.
                                                                                Jakarta, 25 September 2011
                                                                                                Kepala Sekolah
                                                                                               
                                                                                                Dra.NINIS EMILATI KH, M.Pd

Welcome

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Kamis, 01 Mei 2014

Menanggapi cara pembacaan cerpen

Diposting oleh Unknown di 18.17 0 komentar


Anda tentu sudah pernah membaca cerpen atau cerita pendek. Pernahkan anda  menonton acara pembacaan cerpen? Bagaimanakah cara pembacaannya? Apakah lafal dan intonasi yang dibaca sudah tepat? Dapatkah kamu memahami isi cerpen tersebut?
Cerpen merupakan ragam cerita rekaan yang terdiri atas kurang lebih 10.000 kata, habis dibaca dengan sekali duduk, dan memberikan kesan tunggal dari konflik dominan. Cerita terpusat pada satu tokoh dalam satu situasi tertentu serta tidak ada perubahan nasib pada pelaku.

Ciri-ciri cerpen antara lain:
1. panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
2. mengandung satu gagasan utama,
3. menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
4. berakhir dengan penyelesaian.

Untuk memahami isi cerpen dengan tepat, cerpen harus dibaca dengan interpretasi yang tepat. Selain itu, intonasi, artikulasi, dan pelafalan berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.
Cara membaca cerpen yang baik
1.        Mengerti isi cerita sebelum menceritakan sebuah cerita
2.        Menentukan pokok-pokok isi cerita agar dapat ingat pokoknya lalu yang lain akan              teringat pula
3.        Melatih intonasi


Hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca cerpen yaitu:

1.        Tema à untuk dapat mengetahui apa isi cerita tersebut
2.        Tokoh dan watak à agar dapat mengetahui seperti apa wataknya dan ketika membaca tidak semuanya datar, ada yang baik di baca dengan lembut dan yang jahat di baca sedikit keras.
3.        Latar  à agar mengetahui situasi dan keadaan dalam cerita
 4. Alur à agar tidak terlalu bingung dengan membacanya

Agar tidak terlalu malu mungkin kita dapat mencoba untuk berlatih dengan menggunakan kaca agar pada saat membacakan sudah membayang kan situasi pada saat membaca dan tidak terlalu kaget dalam membaca.

4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menanggapi cara pembacaan cerpen:
1.        Intonasi,
2.        Artikulasi
3.        Pelafalan, berperan penting agar pendengar dapat dengan mudah menangkap dan memahami isi cerita pendek.
4.        Penggunaaan gestur (gerak tubuh) yang tepat akan mendukung pemahaman pembacaan tersebut.

2.  Menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial

2.1  Latar Cerita
Latar/setting ialah tempat di mana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita.
Latar dibagi menjadi 3 yaitu:
1.         Latar tempat
Latar tempat yang terdapat dalam cerita misalnya di Istana, di medan perang, di kerajaan majapahit, di kampung paman, di gunung, di hutan, di sungai, atau di jalan.
2.         Latar waktu
Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam cerita atau dongeng. Latar waktu dalam cerita misalnya pagi hari, siang hari, malam hari, sore hari, pukul 20.00, saat matahari muncul atau tengah malam
3.         Latar suasana/sosial
Latar Suasana merupakan penjelasan mengenai suasana pada saat peristiwa terjadi. Suasana dalam cerita atau dongeng misalnya suasana menyedihkan, suasana menggembirakan, suasana mengharukan. 
2.2  Realitas Sosial

Adapun pengertian dari realitas ialah kenyataan yang terjadi di dalam kehidupan.
Realitas sosial adalah kenyataan yang berhubungan dan terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Contoh: Cerpen “Aku Seorang Pengecut”

Aku terus mengengkol sepedaku dengan kencang. 10 menit lagi pukul 7. Jika aku tak mengengkol sepedaku dengan laju, maka aku akan terlambat. Waktu yang ditempuh dari tempatku saat ke sekolah memakan waktu 15 menit. 10 menit lagi bel masuk berbunyi.

Keadaan di jalan raya sangat padat. Lalu lalang kendaraan tak henti-hentinya. Beragam macam karakter orang yang berlalu lalang. Akhirnya, aku tiba di perempatan jalan.

“Mampus aku. Lampu merah pula. Gawat waktuku terbuang.” Aku semakin kesal.

Di pinggir jalan kulihat seorang kakek tua ditodong oleh 2 orang perampok. Mereka yang berlalu lalang di sekitar kejadian pura-pura tak melihat. Aku ingin menolong kakek itu, tetapi…… lampu hijau tiba-tiba menyala.

Aku segera memacu sepedaku lebih laju lagi. Kuurungkan niatku menolong. Aku takut dihukum guru karena terlambat. Entah bagaimana nasib si kakek. Aku mencoba melupakannya. Anggap saja aku tak melihat kejadian itu.

Aku tiba di sekolah tepat pukul 7. Untunglah tak terlambat. Luar biasa….aku mampu memacu sepedaku dengan kencang.

“Robert, cepat berlari! Gerbang akan segera ditutup. “Teriak satpam.

Aku berlari ngos-ngosan. Setiba di kelas, aku bernapas lega karean guru jam pertama belum masuk ke kelas.

Teng…teng…teng…
Bel istirahat berbunyi. Kulihat Mona menenteng tasnya sambil menangis. Aku menghampirinya.

“Mau kemana, Mon?” tanyaku penasaran. Mona ini sahabat karibku sejak TK. Kami berteman sangat akrab.

“Aku dijemput papaku, Bert. Kata papa kakekku masuk RS Antonius karena kepalanya terbentur di aspal. Pagi tadi kakek diserang 2 orang perampok. Kakek memberontak, sehingga terjadi tarik menarik. Kakek akhirnya terjatuh dan terhempas di aspal.
Sejenak aku terdiam. Apa mungkin kakek tadi adalah kakek Mona?

“Di mana kejadiannya?” tanyaku untuk memastikan.
“Di perempatan jalan sekitar jam 7 kurang.”

Aku tertunduk lesu. Ternyata, aku seorang pengecut.

“Kakek itu, kakek sahabatku Mona. Maafkan aku Mona.”
Pembahasan:

Latar/setting yang ada dalam cerita “Aku Seorang Pengecut” dikaitkan dengan keadaan sosial pada saat itu bahwa hubungan kekerabatan masyarakat perkotaan tidak kuat sehingga membuat orang-orang tidak saling peduli. Mereka hanya peduli dengan orang-orang terdekat seperti hubungan keluarga, teman, rekan sekerja saja, dan orang lain yang dikenal. Berbeda dengan di desa, hubungan kekerabatan antar anggota masyarakat sangat kuat. Hidup saling tolong, bergotong royong, dan saling peduli dengan keadaan yang lain. Dalam cerita dijelaskan keadaan jalan raya sangat ramai, kemudian ada orang yang berlalu lalang melihat si kakek yang dihadang oleh komplotan perampok, tetapi mereka pura-pura tidak melihat. Hai itu merupakan gambaran keadaan sosial masyarakat di perkotaan.
4 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dengan realitas sosial
1.    Bacalah dengan baik isi cerpen
2.    Pahami semua unsur intrinsik cerpen (tema, amanat, tokoh dan penolohan, alur, dan latar/setting.
3.    Pahami dengan baik keadaan sosial yang terdapat dalam cerita
4.    Hubungkan dengan realitas sosial yang ada dalam cerita dengan keadaan sekarang.
 
 
3. Menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca
 
3 Kata kunci untuk mempermudah kita dalam menulis kembali cerpen yang telah dibaca dengan kalimat sendiri:
1.    Bacalah cerpen dengan baik
2.    Pahami unsur intrinsik cerita dengan baik
3.    Setelah memahami isi dan unsure intrinsik, tulis kembali cerpen yang sudah dibaca dengan bahasa dan penafsiran Anda sendiri sesuai dengan teks aslinya.

MENARASIKAN TEKS WAWANCARA

Diposting oleh Unknown di 18.07 0 komentar


Setelah menyalin hasil wawancara, kamu harus mengubah teks wawancara itu menjadi sebuah narasi atau tulisan yang baik. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat mengubah salinan hasil wawancara.
1)Ubahlah gaya dan ungkapan-ungkapan khas lisan menjadi gaya dan ungkapan khas tulisan.
2)Ubahlah pola kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Contoh:
Pak Jakob : Wartawan itu selain mempunyai otak yang cerdas, juga mempunyai hati
yang peduli sama orang, cenderung membela orang yang susah dan
telantar, tidak enak dengan kekuasaan. Itu ciri khas wartawan.
Kalimat itu diubah menjadi Pak Jakob mengatakan bahwa ciri khas wartawan itu adalah mempunyai hati yang peduli pada orang lain, mempunyai otak yang cerdas, cenderung membela orang yang susah dan telantar, dan tidak enak dengan kekuasaan.
3)Ubahlah kata penunjuk waktu.
Contoh: Hari ini koran Kompas terbit secara khusus diubah menjadi Pak Jakob, kemarin siang mengatakan bahwa Koran Kompas terbit secara khusus.

Perhatikan contoh menarasikan wawancara berikut ini!
Wartawan : “Wah hebat! Adik telah berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Matematika.”
Pelajar : “Terima kasih.”
Wartawan : “Berapa lama Adik mempersiapkannya?
Pelajar : “Yah, kira-kira 1 tahun.”

Senin, 28 April 2014

MENYIMPULKAN ISI BERITA

Diposting oleh Unknown di 05.19 0 komentar


            Berita ada 2 macam yaitu berita secara lisan dan tulisan.
1.      Mendefinisikan Berita
-          Berita disusun dengan menggunakan teknik piramida terbalik.
-          Secara piramida terbalik itu maksudnya adalah informasi berita disajikan pada paragraf pertama berita tersebut (kepala berita), sedangkan paragraf selanjutnya berisi penjelasan (ada dalam badan dan ekor berita).
-          Biasanya pertanyaan mengenai 5W dalam suatu berita dapat ditemukan jawabannya di paragraf pertama.
2.          Menyimpulkan Isi Berita yang Didengar dalam Beberapa Kalimat
-          Unsur-unsur dalam berita, yaitu:
1.      Apa (what) : apa yang di beritakan.
2.      Siapa (who) : siapa yang terlibat dalam berita tersebut.
3.      Di mana (where) : di mana berita tersebut terjadi.
4.      Kapan (when) : kapan peristiwa dalam berita tersebut terjadi.
5.      Mengapa (why) : mengapa peristiwa dalam berita tersebut bisa terjadi.
6.      Bagaimana (how) : bagaimana dampak dari peristiwa dalam berita tersebut.
-          Rumus dari unsur penyusunan sebuah berita adalah 5W+1H.
-          Berita yang sifatnya ringan hanya mengandung unsur apa, dimana, kapan, dan siapa.
-          Berita yang sifatnya investigasi, akan mengandung keenam unsur dari berita.
-         
                                                                           Pengertian dari unsur-unsur:
a.         Unsur apa (what), biasanya menunjukkan inti dari berita. Ciri kalimatnya kalimat berita.
b.        Unsur siapa (who), biasanya ditandai dengan kalimat yang menunjukkan objek seseorang.
c.         Unsur dimana (where), biasanya ditandai dengan kalimat yang menunjukkan tempat kejadian atau peristiwa tersebut terjadi.
d.        Unsur kapan (when), biasanya ditandai dengan kalimat yang menujukkan  waktu terjadinya suatu peristiwa.
e.         Unsur mengapa (why), biasanya ditandai dengan kalimat yang menyatakan alasan atau sebab dari suatu peristiwa.

MEMO

Diposting oleh Unknown di 05.18 0 komentar
Memo atau pesan singkat adalah bentuk komunikasi berupa surat yang berisi pesan, saran, petunjuk, perintah, informasi, laporan, atau penerangan dari seseorang atasan kepada bawahan dalam sebuah imstansi atau organisasi.
Ada dua jenis memo, yaitu : 
1.       Memo Resmi
Memo resmi biasanya dibuat oleh instansi pemerintah atau organisasi.

2.       Memo tidak Resmi
Memo tidak resmi biasanya dibuat oleh siapa saja.
Penulisan pesan singkat harus memperhatikan keefektifan kalimat serta santun berbahasa. Dalam hal ini kita perlu memperhatikan bahwa penggunaan kalimat efektif, komunikatif, serta kesantunan berbahasa dalam sebuah pesan singkat bertujuan agar inti pesan dapat dipahami penerima tanpa menimbulkan pertanyaan atau kesalahpahaman.
Penulisan pesan singkat juga harus memperhatikan ejaan yang benar dengan tujuan penerima pesan atau orang yang dituju dapat memahami pesan dengan baik. Beberapa hal yang sering diabaikan dalam penulisan psan singkat yaitu adanya penggunaan singkatan kata-kata yang tidak lazim serta penggunaan tanda baca.
Pesan dapat disampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk pesan yang tidak langsung, berarti pesan tersebut disampaikan secara tertulis. Dalam menulis pesan secara tertulis, perhatikanlah hal-hal berikut :
1.       Tulislah dengan jelas kepada siapa pesan ditujukan
2.       Tulislah siapa yang membuat pesan
3.      Tulislah pesan dengan bahasa yang sopan
4.      Tulislah pesan dengan kalimat yang efektif /singkat dan mudah dipahami
Contoh :
A. Memo tidak Resmi
Dari : Ibu
Untuk : Andi
Ibu pergi ke rumah nenek, tolong jaga rumah sampai ibu pulang.
                                                                Ibu


 







B. Memo Resmi

                                DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                                                SMP NEGERI 1 YOSOWILANGUN
                                                Jalan Raya Gang Masjid No. 4
                                                                MEMO
                Kepada    :           Pembina OSIS
                Dari           :            Kepala Sekolah
                Hari           :            Upacara Hari Pahlawan
Sepulang sekolah nanti, tolong Saudara melatih siswa yang akan bertugas pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2011. Terima kasih.
                                                                                Jakarta, 25 September 2011
                                                                                                Kepala Sekolah
                                                                                               
                                                                                                Dra.NINIS EMILATI KH, M.Pd
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

MY GREETING

Followers

Popular Posts

 

Blogger news


Blogroll


About